Workshop Strategi Aksi Nasional Terpadu dalam P3AKS

 

 

Konflik sosial menjadi catatan pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan dengan pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. Selama ini terjadi tumpang tindih kelembagaan dalam penanganan masalah konflik sosial dan kekerasan oleh sebab itu perlu dilakukan sinergitas. Terjadi tumpang tindih antar lembaga dalam penanganan konflik sosial dan kekerasan pada perempuan dan anak. Perlunya strategi aksi nasional secara terpadu dibahas dalam FGD ketiga dari kerjasama CSWS FISIP UNAIR dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES) Indonesia dan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. 

Sebagai rangkaian dari kegiatan perumusan strategi aksi penanganan konflik sosial dan kekerasan pada perempuan dan anak. CSWS mengadakan Workshop Strategi Aksi Nasional Terpadu dalam P3AKS dengan tema Membangun sinergi aksi nasional P3AKS di Jawa Timur pada 3 Desember 2020. Bertempat di Hotel Novotel Samator Surabaya Timur dihadiri Dinsos P3A Kabupaten dari Tuban, Sampang dan Sidoarjo; Bakesbangpol Jatim; Dinas PPKBP3A Kabupaten Blitar; DP3AK Provinsi Jawa Timur; AMAN Indonesia (Jatim); FW Fatayat NU Jatim, LBH Surabaya dan PSG UNAIR. Workshop yang tetap menerapkan protokol kesehatan ini dihadiri oleh Abdul Charis sebagai tenaga ahli Kementrian PPPA.

Kerancuan pemahaman tentang RAN. Untuk itu RAN harus berada dalam lingkup bagaimana mencegah dan  menangani kekerasan pada perempuan dan anak. Implementasinya melalui penyusunan kebijakan dalam perlindungan dan pencegahan kekerasan dalam situasi konflik. Permasalahan di Jawa Timur terkait juga pada masalah intoleransi yang perlu mendapat prioritas persoalan bangsa yang menyebabkan berbagai dampak sampingan dari radikalisme sampai kekerasan.  Read more

Penelitian Interdisipliner dalam menyusun Model Pengembangan Masyarakat (FGD dan Workshop bersama LIS-HB UNAIR)

Salah satu tugas penting universitas dalam mengemban tugas Tridharma Perguruan Tinggi adalah melaksanakan penelitian bermuara pada manfaat nyata sesuai dengan perkembangan, dinamika dan pemasalahan yang ada di masyarakat. Perubahan sosial, budaya, ekonomi dan teknologi akibar revolusi digital (4.0) menjadi tantangan dan peluang bagi universitas sebagai institusi pendidikan untuk mengimplementasikan tantangan dan peluang dimaksud.

FGD dan Workshop Riset Interdisipliner (25/11/2020)

Lembaga Ilmu Sosial Humaniora dan Bisnis (LISHB) mengadakan workshop dan FGD Penyusunan Model Pengembangan Masyarakat Melalui Penelitian Inter-Disiplin di Era Industri Digital pada 25 November 2020 bertempat di Gedung Rektorat 301 lantai 3. Acara dua hari yang dikomandani oleh Prof. Dr. Musta’in Mashud berlangsung selama dua hari (25-26/11) berupaya untuk menghasilkan suatu model penelitian bersama yang bermuara pada Model Pengembangan Masyarakat sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat di era digital sekarang ini.

Dalam pemaparannya yang berjudul Keberdayaan Petani dan Keberlanjutan Usaha Tani oleh Muhammad Nuruddin selaku wakil dari Kementerian membahas tentang bagaimana tanggung jawab secara milenial dengan menerapkan agroekologi dengan pendekatan yang ramah lingkungan. Tindakan kolektif yang dikelola oleh BUMDes maupun koperasi. Pemberdayaan masyarakat tidak hanya dalam pengembangan kapasitas perekonomian tapi mengedepankan produktivitas. Mengingat berdasarkan data dari Kementrian Desa di lapangan UMKM lebih pada sektor simpan pinjam. Artinya dari 4000 BUMDes lebih sedikit yang berkonsentrasi pada sektor produktif.

Read more