Yuk Lebih Paham Konsep Keadilan John Rawls (Link Video Perkuliahan Daring)

Rawls berpendapat soal sikap adil, yaitu bahwa pembagian nilai-nilai sosial yang primer (primary social good) disebut adil jika pembagiannya dilakukan secara merata, kecuali jika pembagian yang tidak merata merupakan keuntungan bagi setiap orang. A Theory of Justice adalah sebuah karya filsafat dan etika politik tahun 1971 oleh filsuf John Rawls di mana penulisnya mencoba memberikan alternatif teori moral untuk utilitarianisme dan yang membahas masalah keadilan distributif. Rawls berpendapat bahwa keadilan adalah kebajikan utama dari hadirnya institusi-institusi sosial (social institutions). Akan tetapi, menurutnya, kebaikan bagi seluruh masyarakat tidak dapat mengesampingkan atau mengganggu rasa keadilan dari setiap orang yang telah memperoleh rasa keadilan, khususnya masyarakat lemah. Bagaimana implementasi keadilan dalam kehidupan berbangsa bernegara saat ini? simak penjelasan detail dalam video perkuliahan bertajuk Dua Konsep Keadilan Rawls.

Tonton juga video perkuliahan lainnya dalam tautan di sini

The public rights to the sidewalk in a smart city framework: The case study of Surabaya (Link Short Video Abstract Journal Review)

The pedestrian transformation in Surabaya smart city system encountered critical problem for pedestrians because transformation as a public space has reduced citizens’ rights to the city. Dominant forces tend to subordinate street vendors or Pedagang Kaki Lima (PKL), who require public space. The city or urban government produces pedestrians as public spaces to support the ‘Smart City’ concept. In addition, this This study explores the government’s ability to guarantee citizens’ rights to the city. study seeks to observe the process of public space transformation in cities that implement smart city systems and analyze spatial street vendors’ practices in the pedestrian space. This research applies the right to cities and public space from a Marxian spatial perspective.

This research is a case study that uses a qualitative method and interpretive analysis. Research findings indicate pedestrians’ paradox due to the government’s dispossession process to protect pedestrians through ‘furniturization’ policies that reduce smart city implementation. In conclusion, there are dynamics of spatial practice and social expression as pedestrian problems. The smart city system’s implementation causes the loss of fulfillment of the poor and street vendors’ needs and rights to participate inclusively in the social and political process in managing the city’s public spaces.

S Aminah Masyarakat, Kebudayaan dan Politik 34 (FISIP Universitas Airlangga), 140-154

Playlist review jurnal lainnya bisa klik di sini