Melampaui Kebenaran (Reza Maulana Hikam*)

Bagikan

Kita pasti sering mendengarkan kata hoax di mana-mana. Kata ini pernah dijelaskan oleh Rocky Gerung dalam opininya di Koran Tempo pada tanggal 6 Januari 2017 dengan judul “Hoax dan Demokrasi.” Hoax berhubungan dengan pengendalian pemberitaan oleh pemerintah melalui alur informasi yang disebarkan media mainstream. Pemerintah dianggap menguasai seluruh informasi sehingga semua yang bukan melalui media mainstream adalah hoax. Prinsip macam ini bertentangan dengan demokrasi substansial.

Ramiro Zardoya-Cuba (courtesy of irancartoon.com)

Sebelum beranjak tentang hoax dan kehidupan kita, mari kita telisik makna hoax sebenarnya. Menurut English Oxford Dictionary, ‘Hoax’ dapat diartikan sebagai kebohongan yang hanya gurauan atau berkonotasi jahat. Sama esensi, namun beda penjelasan, Collins Dictionary memaknai hoax sebagai trik dimana seseorang memberitakan kebohongan kepada orang lain. Sedangkan Cambridge Dictionary menjelaskan bahwa hoax adalah rencana (plan) untuk membohongi orang lain. Sejatinya ketiga pemaknaan terhadap Hoax ini mengalir pada satu kata utama: Kebohongan.

Secara garis besar, hoax adalah berita yang bohong, dibuat-buat, menipu dan tidak dapat terverifikasi jelas sumbernya. Berita semacam ini kerap kita temui apabila sedang berselancar di internet untuk mencari beragam informasi, terkhusus, berita. Banyak berita yang isinya kebencian; kadangkala berisi hoax yang langsung kita percayai tanpa lebih dulu memverfikasi asal beritanya. Sifat emosional kita dalam membaca berita turut menutupi kemampuan kita dalam memverifikasi sebuah informasi.

Semisal pemberitaan tentang “mahluk halus”, menurut saya adalah hoax, karena kita tidak bisa memverifikasi keberadaan mahluk halus tersebut dan cenderung irasional (tidak masuk akal), akan tetapi menjadi pilihan para pembaca untuk mempercayainya atau tidak. Yang saya tekankan bukan pada ada tidaknya mahluk halus tapi bagaimana kita memverifikasinya.

Selain mahluk halus, kasus hoax yang paling terkenal berhubungan dengan Ratna Sarumpaet, yang kabarnya benjut karena dipukuli. Banyak figur publik yang menyatakan simpatinya, namun ada verifikasi dari Sarumpaet sendiri bahwa dia telah menyebarkan hoax berupa kisah pemukulannya, yang sebenarnya merupakan permasalahan operasi plastik. Dengan seketika, khalayak umum di Indonesia seperti terkena pukulan hoax.

Hoax di Indonesia selalu berkembang disaat momen politik. Tidak jarang isu politik yang mengangkat tema remeh-temeh namun asik bagi para pembaca yang sebenarnya adalah hoax. Saya masih ingat ketika tahun 2014, ketika pilpres, muncul isu mengenai Prabowo yang telah “dikebiri”, ataupun Jokowi “anak PKI”. Isu semacam ini cepat berkembang karena mengangkat hal yang sifatnya konspiratif, namun belum tentu ada benarnya.

Kita (saya dan para pembaca) kemungkinan pernah membaca mengenai berita-berita hoax ini dan menikmatinya, karena ada suguhan yang sifatnya “samar-samar”, membuat pembacanya penasaran. Hoax memainkan emosi kita untuk mengikuti alur pemberitaan tersebut. Belum lagi dengan headline berita dunia maya yang kerap menggunakan kata “viral”,”wow”,”ternyata”, dan lain sebagainya, membuat kita makin ingin masuk kedalam kasak-kusuk berita tersebut.

Menangkal hoax adalah sesuatu yang cukup sulit, karena berita hoax tersebar di sendi-sendi dunia maya dan mudah diakses. Satu-satunya cara untuk menangkal hoax adalah mencari tahu kebenaran pemberitaan melalui sumber utamanya (berita utama dari media yang terverifikasi) dan memperkaya bacaan. Tidak jarang ada berita yang sumbernya adalah website lain yang bersumber dari website lain lagi, sehingga membuat kita berputar-putar dalam siklus mencari berita utamanya. Media semacam ini bisa dipastikan hoax karena tidak ada sumber utama yang terpercaya.***

 

*Penulis adalah Mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara, FISIP Universitas Airlangga

Referensi 

English Oxford Living Dictionary. Hoax. https://en.oxforddictionaries.com/definition/hoax. Diakses pada tanggal 4 Januari 2019.

Collins Dictionary. Hoax. https://www.collinsdictionary.com/dictionary/english/hoax. Diakses pada tanggal 4 Januari 2019

Cambridge Dictionary. Hoax. https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/hoax. Diakses pada tanggal 4 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *