Peningkatan Kapasitas SDM Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Tuban

Bagikan

Dalam rangka peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan Dinas Sosial dan P3A, diadakan kegiatan workshop pada tanggal 15 Januari 2018. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Tuban dengan CSWS FISIP UNAIR. Bertempat di aula Kunto gedung pertemuan lantai II CSWS, turut dihadiri oleh Direktur CSWS FISIP UNAIR: Dr. Siti Aminah. Workshop ini menghadirkan dua pembicara yaitu Dr. Bintoro Wardiyanto dan Gitadi Tegas, M.Si.

Dalam sambutan singkat sekaligus pembukaan acara, Dr. Siti Aminah menyampaikan bahwa kampus telah melakukan kegiatan turun lapangan dalam bentuk pengabdian masyarakat (pengmas), termasuk CSWS FISIP UNAIR pada beberapa waktu yang lalu telah melakukan kegiatan bekerja sama dengan BAPPEDA Kabupaten Tuban. Pendampingan perlu khususnya untuk kesejahteraan untuk mengatasi masalah sosial yang ada di daerah. Melalui kegiatan workshop ini diharapkan dapat mencapai dua hal utama yang ditekankan terkait kapasitas kelembagaan yaitu Kesamaan visi misi, Kabupaten Tuban dengan dinas sosial dan Strategi pemberdayaan perempuan dalam bentuk peningkatan kapasitas.

Sebelum memasuki sesi workshop oleh perwakila Dinas Sosial dan P3A melalui Pak Immanuel menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas program dan pengembangan program yang implementasinya dapat berguna untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Tuban. Angka kemiskinan di Tuban sudah mengalamai penurunan. Workshop terbagi menjadi dua sesi dengan dua pembicara. Sesi pertama berjudul Kebijakan Pelayanan Publik Perspektif Servqual (Service Quality/Pelayanan Prima) yang disampaikan oleh Dr. Bintoro Wardiyanto menyoroti tentang Masalah sosial seperti kemiskinan, fakir miskin dan anak terlantar merupakan proses panjang yang berkaitan dengan negara. Ada institusi yang tidak jelas dalam menangani masalah sosial. Seiring dinamika jaman harus diiringi dengan kebijakan pelayanan publik harus menyesuaikan dengan perkembangan dan perubahan zaman serta dinamika cara berpikir. Akuntabilitas dan Efisien menjadi kunci utama dalam pelayanan publik. Hal ini menjadi penting karena besarnya skala, bisnis besar dan berkaitan dengan daya saing negara. Pelayanan publik berorientasi ke anggaran pendidikan, infrastruktur dan kesehatan yang semakin meningkat. Permasalahan di lapangan berkaitan dengan manajemen. Pengukuran kualitas pelayanan publik (perspektif servisqual) perlu karena digunakan untuk perbandingan, menemukan letak masalah dan penetapan standar kualitas pelayanan

Sesi kedua disampaikan oleh Gitadi Tegas, M.Si. dengan materi berjudul Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Dinas Sosial, P3A Kabupaten Tuban 2018: Strategi dan Metode Inventarisasi Problem Sosial Kemasyarakatan. Fenomena yang terjadi di Kabupaten Tuban berdasarkan penemuan di lapangan. Kurangnya dialog dan sinergi antar OPD/lembaga di Kabupaten Tuban. Bantuan Sosial tidak seluruhnya dapat menyelesaikan masalah kenaikan belanja bansos 79,08 %. Perlu dibuat kajian mendalam yang strategis tentang visi misi kabupaten Tuban (lebih religius, bersih, maju dan sejahtera), kondisi eksisting, kapasitas-komitmen SDM dinas, kinerja substantif dan strategi-metode inventarisasi problem SP3A. Dalam sesi diskusi dengan peserta terdapat apresiasi pemaparan dua pemateri dan berharap ada kegiatan lanjutan yang bisa diimplementasikan dalam pembuatan program/kebijakan. Harapan lain, jika telah ada One Vilage One Product, ada harapan untuk membuat hal serupa yang bisa diterapkan hal serupa dalam pembuatan program terkait upaya strategis dalam penyelesaian masalah sosial di Kabupaten Tuban.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *