Implementasi Modul Toleransi Bersama Bakesbangpol Jatim

Bagikan

Saat ini Indonesia yang masih selalu dinyatakan dalam transisi demokrasi harus menghadapi intoleransi. Sebuah resiko yang saat ini tengah terjadi dan mengganggu stabilitas politik, ekonomi, dan sosial di dalam negeri. Dalam fenomena intoleransi, tidak semua peristiwa terjadi alami karena primordialisme atau etnosentrisme, juga tidak hanya intoleransi atas dasar agama dan etnis. Namun banyak kasus intoleransi yang muncul karena dipolitisasi.

Kegiatan ini diarahkan untuk membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi, meminimalkan, bahkan menghapuskan perilaku intoleransi yang telah terjadi pada masyarakat Indonesia, dan menekan potensi terjadinya resiko terbesar atas tindakan intoleransi yang dapat memecah belah dan merenggut hak asasi manusia yaitu pertumpahan darah oleh sesama bangsa sendiri, hingga hilangnya jati diri Bangsa Indonesia dan runtuhnya persatuan di Indonesia. Masyarakat diajak untuk berpartisipasi secara penuh dalam agenda ini untuk mencapai efektifitasnya dengan menjadi kader penguatan toleransi di Jawa Timur.

Sesi Mahasiswa, Malang

Bekerjasama dengan Bakesbangpol Jatim, CSWS FISIP UNAIR mengadakan serangkaian kegiatan implementasi modul toleransi. Kegiatan ini terbagi dalam tiga segmen dengan tempat dan waktu pelaksanaan yang berbeda. Segmen Pelajar dilaksanakan di Jombang (5-6 September), Segmen umum dilaksanakan di Pasuruan (12-13 september) dan segmen mahasiswa dilaksanakan di Malang (17-18 September). Antusias para peserta nampak sepanjang kegiatan berlangsung. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan inisiator dari masyarakat yang bisa menyuarakan toleransi demi masyarakat Jawa Timur yang harmonis. (rkn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *