Pandemi dan Peningkatan Kekerasan Seksual Remaja Anak (Jajak Kerjasama dengan FES dan Kemenko PMK)

Bagikan

Situasi Pandemi COVID-19 menciptakan kondisi perekonomian yang semakin rentan, tak terkecuali di tataran kehidupan domestik. Banyaknya para kepala keluarga – yang mayoritas laki-laki – yang terpaksa diputus hubungan kerja makin memperpanjang rantai kemiskinan. Problem perekonomian yang terjadi di tataran domestik ini yang mengantarkan juga pada problem kekerasan domestik terhadap perempuan. Berita kekerasan dalam rumah tangga pada masa pandemi menangani peningkatan. Bagaimana solusi untuk mengurangi tindak kekerasan pada perempuan, termasuk kekerasan seksual remaja anak?


Bertempat di ruang rapat Center for Security and Welfare Studies (CSWS) diadakan pertemuan daring membahas langkah tindak lanjut kerjasama antar lembaga. Antara Center for Security and Welfare Studies (CSWS) bersama dengan Friedrich Stiftung Ebert (FES) yang melibatkan pihak Kementrian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Bapak Ponco Respati Nugroho selaku Asisten Deputi Mitigasi bencana dan konflik sosial.

Dalam pertemuan yang diadakan selama dua jam lebih ini membahas tentang langkah kerjasama dalam bentuk kegiatan bersama untuk mengatai tindak kekerasan sektor domestik. Melalui identifikasi dan pemetaan kawasan di Jawa Timur sebagai langkah awal untuk analisis awal dan melihat pola perilaku pada masa pandemi.

Melihat data kekerasan seksual terhadap remaja dan anak di Jawa Timur yang masih tinggi serta lambatnya respon pemerintah dalam menanggulangi permasalahan ini, Center for Security and Welfare Studies (CSWS) bersama dengan Friedrich Stiftung Ebert (FES) melihat adanya urgensi untuk melakukan webinar yang bertujuan untuk membahas problem ini dengan pihak-pihak terkait (akademisi, CSOs, dan stakeholder lain). Hal ini menjadi semakin penting karena kondisi pandemi COVID-19 yang ternyata turut menjadi pemicu utama tingginya angkat kekerasan seksual terhadap remaja dan anak. Terlebih pembahasan yang kontekstual di ranah Jawa Timur semakin membuat masyarakat Jawa Timur sadar dengan keadaan kekerasan seksual yang marak terjadi di lingkungan terdekat mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *