Workshop Bigdata Sociocomputing Analisis CSWS FISIP UNAIR

Perkembangan data di era internet berdampak pada pentingnya digitalisasi data. Hari ini penelitian dapat mengambil data dari dunia maya yang tersebar luas. Dari berbagai sumber termasuk media sosial. Etika riset perlu diterapkan dengan pertimbangan meskipun kita dapat mengambil data secara bebas di internet tapi perlu memperhatikan etika penelitian. Peneliti perlu menerapkan human etik.

Data mining yang berangkat dari ide pembelajaran mesin (AI), pengenalan pola, statistik dan sistem database. Pada kajian ilmu sosial penggunaan data mining dapat digunakan untuk analisis dan prediksi dalam berbagai bidang. Sumber yang termasuk dalam opensource ada pada twitter yang dalam sehari bisa mencapai 300 juta lebih posting. Artinya ada ratusan juta data bahkan lebih yang dapat dianalisis.


Center for Security and Welfare Studies (CSWS) FISIP Universitas Airlangga mengadakan workshop (18/8) tentang sociocomputing berkaitan dengan analisis menghadapi era bigdata. Materi di sampaikan oleh Hendro Margono S.Sos.,M.Sc.,Ph.D  (Komandan Hendro) yang mengurus posko IT fakultas. Dihadiri oleh 14 peserta yang dari CSWS, peneliti dan akademisi FISIP Universitas Airlangga. Dalam workshop ini diperkenalkan bagaimana analisis data menggunakan media sosial, pengenalan association rules, penggunaan komputer untuk analisis dan pengenalan perangkat lunak untuk analisis data. Rapidminer, SPSS Modeler dan Tablue. Untuk data visual dapat menggunakan Orange.
Riset dapat mengambil data dari website atau sosial media yang termasuk dalam opensouce. Misalnya Twitter yang dalam sekali mengambil dengan rapidminer mendapat 800 row. Kita dapat mengambil data tanpa diketahui termasuk penggunaan Tablue. Peneliti dapat bergabung dalam komunitas data.world dengan bergabung. Diskusi dan interaksi peserta berlangsung sangat atraktif. Pertanyaan terlontar bagaimana penempatan datamining pada metodologi riset. Simulasi dilakukan dengan melakukan datamining dari twitter. Menurut Pak Priyatmoko penggunaan perangkat lunat dalam analis data ini seperti sedang bermain game. Kecanggihan teknologi mempermudah proses secara efektif dan efisien. Analisis manual statistik dapat menggunakan Tablue dan pada pengguna data wawancara dapat memangkas biaya serta tenaga transkip karena google doc menyediakan fitur transkrip suara dalam bahasa Indonesia, Melayu, Sunda dan Jawa.

Kebutuhan untuk progammer data dan analis data pada saat ini mutlat menjadi kebutuhan setiap institusi. Sektor industri hingga pemerintahan membutuhkan data yang valid untuk melihat kecenderungan, deskripsi fakta dan pertimbangan dalama pembuatan kebijakan. (RO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *