Feeder di Kota Surabaya I Opini Wirawiri I Angkutan Umum

Untuk apa sih feeder di Surabaya?
Apa relevan dan memang menjadi kebutuhan warga?
Transportasi di Surabaya benar-benar unik!

Peran penting feeder, jika kita membayangkan seperti di Jakarta, memang untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas dan menekan populasi kendaraan pribadi roda dua dan roda empat yang memenuhi semua ruas jalan. Yang lebih penting lagi, warga Jakarta dan sekitarnya sudah berubah pola mobilisasi dan budaya dalam bertransportasi, yaitu memilih menggunakan angkutan umum cepat dan massal seperti transJakarta, kereta rel listrik, MRT, LRT dan angkutan kota mikro yang disediakan oleh Pemda DKI Jakarta dan feeder makro berupa bus besar yang menghubungkan antarangkutan. Tidak merasa malu dan gengsi menggunakan angkutan umum yang tradisional dan massal.

Bertransoprtasi bukan untuk menunjukkan asal dan pengakuan identitas social ekonomi. Menggunakan mobil bukan berarti mampu dan menggunakan roda dua dan angkutanumum berarti tidak mampu. Pandangan demikian tidak relevan dengan narasi green city. Kebutuhan jangka panjang dalam bertransportasi di masa sekarang dan masa depan sudah harus mengarah dan mendukung mimpi pada bumi yang nyaman, enak dihuni dan sehat. Mimpi green city harus diupayakan mulai dari memilih dan menggunakan moda transportasi.

Bagaimana angkutan umum di Surabaya? Sistem angkutan umu belumm terintergrasi. Selain belum ada angkutan umum dengan karakteristik cepat dan massal. Lalu feeder untuk apa? Dalam sudut pandang social budaya, feeder melatih warga untuk membiasakan diri menggunakan angkutan umum, berpindah dari satu angkutan ke angkutan lain. Ini kebijakan social yang dibuat Pemkot Surabaya yang berupaya membangun pola warga dalam bertransportasi. Siapa yang menggunakan feeder, tantu saja warga yang secara sadar atau sengaja sudah bermimpi menjaga kesehatan bumi atau sebagai bagian dari membangun budaya bertransportasi dengan angkutan umum. Problematika social kultural dalam pembangunan transportasi public massal di kota ini masih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *