Kurikulum Inklusif sebagai Solusi Radikalisme dalam Dunia Pendidikan
Pendidikan agama di Indonesia sejak pendidikan usia dini sampai tingkat perguruan tinggi hanya pada ranah ajaran dan pelaksanaannya. Fokus pada tata nilai dan minim praktik dalam relasi antar manusia dalam masyarakat. Jarang yang mengajarkan tentang keberagaman, upaya menyikapi kebhinekaan dan kajian kritis tentang agama berbasis perbandingan ajaran terutama untuk ranah perguruan tinggi. Pendidikan agama juga disinyalir dapat menimbulkan fanatisme. Hal ini yang mendasari pemaparan presentasi berjudul “Tantangan Radikalisme dan Kurikulum Pendidikan Berbasis Inklusif” yang disampaikan oleh Dr. Siti Aminah. Seminar ilmiah berupa Workshop Regional se-Asia Tenggara dengan tema “Religious Education and Prevention of Violent Extremism in Diverse Societies in South Asia: Lessons Learned and Best Practices”. Kegiatan yang diikuti oleh 300 peserta ini merupakan kerjasamaPusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan United Nations Development Programme (UNDP). Diselenggarakan di Ballroom Hotel Ayana MidPlaza Jakarta pada 21-23 November 2018. 
