Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Program Budi Daya Jamur Tiram Sebagai Makan Sehat dan Mengurangi Penyebab Pemanasan Global (Hermawan*)
ABSTRAK
Banyak program atau proyek pembangunan desa tidak berjalan optimal, karena kebanyakan di rencanakan jauh dari desa. Masyarakat masih dianggap sebagai obyek/sasaran yang akan dibangun. Hubungan yang terbangun adalah pemerintah sebagai subyek/pelaku pembangunan dan masyarakat desa sebagai obyek/sasaran pembangunan. Partisipasi yang ada masih sebatas pemanfaatan hasil. Tingkat partisipasi dalam pembangunan masih terbatas, misalnya masih sebatas peran serta secara fisik tampa berperan secara luas sejak dari perencanaan sampai evalusasi. Pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial. Konsep ini mencerminkan paradigma baru pembangunan, yakni yang bersifat “people-centered, participatory, empowering, and sustainable. Gagasan pembangunan yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat perlu untuk dipahami sebagai suatu proses transformasi dalam hubungan sosial, ekonomi, budaya, dan politik masyarakat. Salah satu program pemberdayaan masyarakat desa yang dinilai mampu memberikan kontribusi dalam jangka panjang adalah melalui pendekatan dan pembelajaran komunitas melalui kelompok atau organisasi. Strategi pendekatan dan pembelajaran komunitas pada masyarakat desa selama ini jarang disentuh. Padahal kita tahu bahwa melalui pendekatan dan pembelajaran komunitas tepatnya melalui pembelajaran kelompok bagi masyarakat desa tersebut, akan memiliki potensi mampukan masyarakat di dalam memecahkan problematika hidup yang selama ini mereka hadapi. budidaya jamur tiram bisa menjadi alternatif kegiatan dalam program pemberdayaan masyarakat desa. Kegiatan Budidaya Jamur Tiram akan melibatkan masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai pemanfaatan hasil. Tahapan dari kegiatan budidaya jamur tiram cukup panjang. Mulai dari penyediaan bibit jamur, pembuatan rumah jamur, perawatan atau budidaya, penjualan hasil panen jamur tiram sampai kepada mengolah jamur tiram menjadi beragam olahan makanan. Ini tentunya akan melibatkan lebih banyak masyarakat dan bisa menyrap banyak tenaga kerja. Masyarakat yang terlibat tidak secara individu tetapi dalam satu kelompok atau komunitas. Sehingga kegiatan tersebut diarahkan menjadi kegiatan komunitas.
