Sisi Lain dari MBG: Transformasi Sistem Pangan
Dibalik debat dan aksi-aksi penolakan berbagai kalangan tentang kemanfaatan dan keberlanjutan program MBG (Makan Bergizi Gratis), ada sisi yang perlu dipahami bersama apapun alasannya. Dengan berbagai isu yang muncul tetap ada rasionalisasi kebijakan makan di sekolah tetap harus dijamin keberlanjutannya. Di sebagian besar dunia, anak-anak banyak yang kehilangan kesempatan belajar karena kemiskinan, diskriminasi, kualitas pendidikan yang buruk, atau kelaparan. Beberapa intervensi diperlukan untuk mengurangi hambatan-hambatan ini, menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mengakses layanan kesehatan dan gizi. Di negara ini, problemnya lebih serius dan kompleks sekali daripada sekadar mengintegrasikan pendidikan dan kesehatan dan persoalan menyediakan makanan di sekolah.Problem itu antara lain, penyalahgunaan anggaran makan siang dan efisensi anggaran di sektor lain untuk menyelamatkan sekolah sebagai platform yang bermanfaat untuk mengintegrasikan pendidikan dan kesehatan.
Mengintegrasikan Pendidikan dan Kesehatan
Berinvestasi dalam nutrisi, kesehatan, dan pendidikan selama masa kanak-kanak pertengahan (usia 5-9 tahun), dan mempertahankannya hingga masa remaja, akan membantu anak-anak mencapai potensi penuh mereka dan menjadi orang dewasa yang produktif sekaligus memutus siklus kekurangan gizi antar generasi. Namun, di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah investasi dalam pendidikan jauh melebihi investasi dalam kesehatan dan nutrisi meskipun penyakit, kelaparan, dan kekurangan gizi mengganggu pendaftaran sekolah, kehadiran reguler, dan pembelajaran.

Analisis ekonomi mengidentifikasi sekolah sebagai platform yang hemat biaya untuk memberikan paket layanan kesehatan dan gizi esensial yang terintegrasi kepada anak-anak sekolah. Intervensi yang diberikan melalui sekolah seringkali memberikan lebih banyak peluang untuk menjangkau anak-anak daripada yang diberikan melalui fasilitas kesehatan, terutama di daerah pedesaan.
Read more